RSS

Monthly Archives: December 2009

Racun Dunia

dufan

Ibu Vs Bapak ? Aku ?
Terkadang aku berpikir apa aku lebih mirip ibu atau bapakku ? Kata orang aku lebih mirp bapak, ada juga yang bilang kalau aku lebih mirip ibu. Memang, sich…… kehebatan dan kemiripan jasmani dan rohani aku dengan bapak dan ibu ada miripnya. Mau tau apa berikutnya??? Baca ini !!!

Aku, Bapak, dan Ibu
Terkadang aku bertengkar dengan ibu, terkadang juga bertengkar dengan bapak, TERKADANG (Iya….itu lagi..itu lagi) juga ibu bertengkar dengan bapak ( Ya tapi … tidak separah dengan aku ), pernah juga kami bertiga bertengkar bertiga ketika membicarakan les biolaku, bapak bilang suruh aku berhenti les, ibu bilang ibu gak mau ikutan, aku bilang jangan diberhentiin, error sudah kalau trio anggota keluarga ini bernyanyi.

IBU VS BAPAK
Dalam kasus ini… aku yang paling pusing, Ibu atau Bapak, niih, yang paling mirip sama aku. Kemiripan aku dengan orang tuaku adalah,,, sebagai berikut ! ! ! :

Dengan Ibu: @: Pinter Bhs. Inggris ( Enggak pinter pisyan koq … )
@: Suka nulis ( Kagak banyak siihh… Ibu juga )
@: Pinter Komputer ( Lebihan aku sih )
@: Gak suka ikan
@: Suka ngobrol pake Bhs. Inggris
@: Tukang marah-marah ( Jujur… parahan ibu siih )
@: Rabun matanya ( Tapi parahan ibu )
@: Suka music
@: Suka pake komputer
@: Dan Lain – lain, pokoknya, total persamaannya adalah 999.999.999,999

Dengan Bapak: $: Pinter Komputer ( Aku lebih pinter donks …. )
$: Suka Musik ( Tapi gak serius mainnya … )
$: Banyak ngasih alasan ( Kaya Abu Nawas )
$: Suka ngibul ( Hi hi hi )
$: Dan Lain – lain, pokoknya, total persamaannya adalah 999.999.999,900

Naaah, udah taukan segi mana aku sama bapak dan ibu persamaannya. Mwe he he he .

Ibu + Bapak = Keparahan dalam keluargaKU!!!
Terkadang ibu sama bapak itu selalu jadi dalang kemarahanku, setiap aku marah, banyak banget yang langsung berhubungan dengan ibu atau bapak, bikin greget aku dah…. Ibu sama bapak tuh bener-bener deeh…. terkadang atau selalu bertengkar dengan mereka, sama Ali siihh…. Sering tapiii….. sama Ubit juga enggak banyak…. Luthfa sih gak ada masalah… tapi kalo urusannya udah sama Ibu atau bapak…. Iiih jangan harap deh aku bisa tenang…. Ribut kek…. Ancem-anceman kek….. atau rebutan kek, total overnya pasti, PARAAAHHH!!!!!!!!!

Ibu + Bapak = Racun Dunia !!!! Tapi aku sayang mereka…

 
3 Comments

Posted by on December 23, 2009 in karyaku

 

Tanggung Jawab

Tanggung Jawab

A. Pengertian Tanggung Jawab

Kita pernah memecahkan gelas, merusak mainan teman, atau semua yang terjadi akibat kecerobohan kita itu di sebut MENYULITKAN ORANG LAIN!!! Tapi, walaupun kita ceroboh pada saat tertentu, kita dapat menutupinya. Ada suatu cara untuk menutupinya, yaitu RASA TANGGUNG JAWAB DIRI. Rasa tanggung jawab adalah rasa bersalah dan mau menggantinya dengan cara diri sendiri.

“Ibu, buku LKS(Lembar Kerja Siswa) PPKN sama Geografi saya ketinggalan” kata seorang anak yang berbicara dengan ibunya di telepon “Apa sebabnya coba?” jawab sang Ibu “udah ibu kasih tau kan tadi malam, siapin yang mau dibawa besok!”. Nah, percakapan tadi menunjukan bahwa si anak ceroboh dalam persiapan sekolahnya dan si anak itu adalah AKU!!! Setelah bercakap dengan ibu, aku di SMS sama ibu begini “LKSnya bakal diantar tapi gantinya dengan menulis artikel tentang tanggung jawab. Mau?” dan saya jawab mau dan inilah hasil artikelnya. Nah, di SMS tadi, kalian baca “gantinya dengan menulis” dan itu adalah suatu tanggung jawab atas kecerobohanku pada ibuku sendiri.

Kalau kita merusak barang orang lain, biasanya kita ganti dengan uang atau dengan sebuah barang (bisa barang yang sama, bisa yang berbeda)

B. Arti Tanggung Jawab

Tanggung Jawab adalah rasa keadilan yang muncul dari lubuk hati kita, dengan rasa adil itu kita dapat menyimpulkan bahwa rasa tanggung jawab berasal dari diri sendiri dan mempunyai rasa bersalah pada seseorang. Dapat disimpulkan, bahwa rasa tanggung jawab artinya adalah rasa salah pada diri kita sendiri, rasa keadilan, dan perbuatan yang berjiwa pahlawan.

C. Rasa Salah Yang Lebih Besar

Sebenarnya, bertanggung jawab atas perbuatan yang telah kita perbuat telah mewakili atau malah lebih hebat dari kata “ Maaf “ yang menunjukan rasa bersalah kepada seseorang. Bila iklan mah “ Dulukan dengan sikat gigi, tuntaskan dengan Listerine” tapi, kalau menurutku sich, begini “Dulukan dengan maaf, tuntaskan dengan tanggung jawab” Hehehehe……

D. Lain-lain….

Aku pernah memecahkan gelas di rumah dan aku bilang maaf pada ibuku, lalu aku mengambil gelas lain untuk minum dan lalu aku pergi main dengan meninggalkan ibu yang sedang membersihkan pecahan-pecahan gelas yang kubuat, setelah berulang kali melakukan hal yang sama, akhirnya aku sadar bahwa aku harus membantu membereskannya karena aku yang buat, dari situ akhirnya aku sadar akan tanggung jawab.

Bagiku untuk tanggung jawab adalah,

Yang positif: -Tahu rasa adil

-Memahami rasa salah

-Yaa… semacamnya deh

Yang negatif: -Bosan

-Menjengkelkan

-Cape deh

-Dan masih banyak lagi…

Memang sich, yang negatif lebih banyak karena aku agak benci sama tanggung jawab segala, aku bukan benci dengan tanggung jawabnya tapi sama hal yang harus dikerjakan untuk menebusnya.

Sebenarnya aku sebel sama ibu, kenapa sih musti make nulis artikel tambah lagi kudu 500 kata, Cuma nganterin LKS aja musti nulis artikel segala ( Udah gak mode tau! ) tapi mo gimana lagi, daripada dilarang Facebook-kan mendingan nulis dari pada tekor tanpa Facebook, udah mah bete, bingung, bosen lagi, pokoknya gitu deh….

( Sorry ya, Bu… kalau ibu tersinggung, habis, musti jujurkhan )

Semua yang kutulis ini Cuma ada dipikiranku saja siihh…. Terserah kalian mo percaya atau tidak, aku gak tersinggun kok, malah kalau aku salah jadi tau dimana letak kesalahannya, Makasih… BYE,,,BYE.

 
Leave a comment

Posted by on December 3, 2009 in karyaku