RSS

Cerita Drama Pertama Buatanku!

06 Oct

Drama Bahasa Indonesia.

Tragedi Anak Yatim Piatu.

Deskripsi:

Ada seorang anak yatim piatu, dia diperlakukan dengan tidak baik di panti asuhan yang merupakan tempat tinggalnya. Sang anak tidak tahan dengan pengurus panti asuhannya sehingga dia pergi mencari orang tua kandungnya dengan berbekal foto Ibu kandungnnya. Lalu dia kabur dari panti asuhannya dan melakukan pencarian ibunya dengan beberapa makanan dan minuman yang sangat minim, juga membawa uang secukupnya. Dalam perjalanan dia bertemu beberapa orang dan menanyakan soal ibunya. Pada akhirnya ada seorang yang mengenal sang ibunya, lalu dia akhirnya

Tokoh: Chika(Evita), Ibu Dewi(Elli), Ibu Rika(Vustia), Pak Agus ( Peternak Ikan, Zaky ), Pak Asep ( Pengusaha,Aldi ), Bu Leni ( Pengelola Butik Batik,Titin ), Bunga(Anisa). Narator(Febby).

Dialog 1: Di Panti Asuhan.

Narator: Pada suatu hari di Panti Asuhan Kasih Ibu, ada seorang anak yang disiksa oleh penjaga panti asuhan itu yamg sangat kejam padanya dan anak itu benama Chika.

Chika:” Bu! Saya sudah selesai mengepel lantai. Bolehkah saya istirahat?”

Bu Rika:” Enak saja! Pekerjaanmu masih banyak! Bersihkan semua jendela itu!”

Chika: Dengan gemetaran” Ba..Baik, bu.”

Bu Rika:” Setelah itu, buatkan aku makanan yang enak buat makan malam!”

Chika:”Iya, Bu. Segera”

Narator: Setelah disuruh membuat makanan oleh Bu Rika yang kejam, Chika pun membuatkannya dan terjadilah masalah…

Chika:” Ini, bu. Sup Ayam Pedas kesukaan Ibu”

Bu Rika:” Hmm… baguslah. Saya akan coba semoga enak”

Narator: Saat Chika membawakan Sup Ayam Pedas kepada Bu Rika, dengan tidak sengaja Chika tersandung kaki meja dan membuat Sup-nya jatuh ke muka Bu Rika.

Chika:” Astagfirullah… Maaf, bu. Saya tidak sengaja tersandung”

Bu Rika:” Keteraluan! Berani-beraninya kamu mengotori make up saya dan baju saya”

Chika:” Maafkan saya, bu. Saya tidak sengaja melakukan itu kepada Ibu”

Bu Rika:” Sekarang masuk kamarmu dan pergi  tidur sana!

Dialog 2: Kamarnya Chika ( Di Panti Asuhan )

Chika:” Aku sudah tidak tahan diperlakukan seperti ini..”

Chika:” Ibu, engkau dimana, Chika rindu dengan Ibu”

… Chika terdiam sebentar

Chika:” Aku akan pergi dari sini dan mencari Ibu kandungku dan…”

Narator: Sebelum Chika menselesaikan kalimatnya, datang Bunga, teman sekamarnya.

Bunga:” Apa kamu serius?”

Chika:” YA AMPUN, SETAAAN!!!” ( Dengan kaget )

Bunga:” Enak aja! Ini aku Bunga, Chika. Bukan setan, dasar terlalu”

Chika:” Oh maaf, ya. Aku kaget sekali tadi. Kamu sih muncul tiba-tiba, aku kira kamu sudah tidur”

Bunga:” Oh begitu, ya. Mau meninggalkan sahabat tanpa pamit untuk mencari Ibumu?”

Chika:” Bukan begitu. Aku hanya ingin Nenek Sihir itu tidak tahu tentang ini”

Bunga:” Jadi kamu serius mau pergi dari sini?”

Chika:” Ya. Aku mau pergi dari sini. Aku sudah tidak tahan dengan Bu Rika, dia orangnya keras”

Bunga:” Memang iya, sih. Tapi mau gimana lagi, orang tua saja kita tidak punya!”

Chika:” Justru karena itu, aku mau mencari Ibu kandungku. Kau mau ikut?”

Bunga:” Tidak, ah”

Chika:” Nanti kita cari keluargamu”

Bunga:” Aku mau sih ketemu dengan mereka, tapi ..”

Chika:” Tapi kenapa, Bunga? Ayo katakan saja”

Bunga:” Aku berhutang budi pada Bu Rika. Saat aku kabur dari rumah dan jatuh kesungai, Bu Rika

datang dan menyelamatkanku”

Chika:” Oh begitu, ya sudah. Tapi jangan beritahu Bu Rika ya”

Bunga:” Kau bisa mengandalkanku!”

Chika:” Kalau begitu aku pergi ya. Daagh..” ( Sambil pergi keluar pintu ).

Dialog 4: Perjalanan Chika mencari Sang Ibunya.

Narator: Pada akhirnya Chika pergi meninggalkan Panti Asuhan Kasih Ibu dan meninggalkan sahabatnya, Bunga. Hanya dengan berbekal makanan dan minuman yang pas-pasan, juga uang yang pas-pasan juga, dengan foto sang Ibunya. Chika pun pergi melakukan perjalanan.

Chika:” Aduh. Ditengah kota kayak gini, panas banget, terus aku tidak tahu harus kearah mana?”

Narator: Chika duduk di sebuah Toko Batik, toko itu bernama Batik Ibu Leni.

Chika:” Ah mungkin aku bisa tanya kesini. Kalau tidak salah ibukan suka batik”

Narator: Chika pun masuk ke Toko Batik itu.

Chika:” Permisi, Ibu”

Bu Leni:” Ya. Ada apa, nak?”

Chika: “ Bolehkah saya bertemu dengan Ibu Leni, pemilik Butik ini?”

Bu Leni:” Ya ini dengan saya sendiri. Ada perlu apa?”

Chika:” Ini, Bu. Saya mau bertanya, boleh?”

Bu Leni:” Oh silahkan. Ada apa?”

Chika:” Apa Ibu pernah melihat orang ini?”

Bu Leni: ( Mengamati foto yang diberi Chika ) “ Hmmm… Rasanya pernah melihatnya”

Chika:” Bagaimana, bu?”

Bu Leni:” Kalau tidak salah, ibu ini pernah kesini dan.. Oh ya Ibu ini berlangganan ikan hias Pak Agus”

Chika:” Oh… Ikan hias Pak Agus ada dimana, bu?”

Bu Leni:” Kamu susuri jalan ini, lalu belok kearah Jln. Tringma. Nanti kamau akan melihat tandanya”

Chika:” Baik, bu, dan terima kasih”

Bu Leni:” Oh ya… sama-sama”

Narator: Setelah diberi informasi, Chika pun pergi kearah Jln. Tringma dan menemukan tanda “ Ikan Hias Air Tawar Pak Agus”. Melihat itu Chika pun masuk kedalamnya. Didalamnya terlihat seorang bapak-bapak sedang menebarkan pelet kearah kolam, Chika pun menghampirinya.

Chika:” Permisi, pak”

? :” Ya. Ada apa, dik?”

Chika:” Bolehkah saya bertemu dengan Bapak Agus, pemilik kolam ini?”

Pak Agus:” Ya ini dengan saya sendiri. Ada apa, dik?”

Chika:” Oh maaf. Ini, pak. Apakah bapak tahu orang ini?” ( Sambil memberikan foto )

Pak Agus:” Oh kalo Ibu ini mah, langganan saya, dik. Memang  ada perlu apa dengan Ibu ini?”

Chika:” Ini, pak. Ini foto ibu saya, saya sedang mencarinya. Apa bapak tahu dimana Ibu saya tinggal?”

Pak Agus:” Wah, dik. Bapak tidak tahu dimana Ibu ini tinggal. Maaf dik, bapak tidak bisa bantu?”

Chika:” Begitu ya, pak. Kalau begitu saya pamit dulu, pak”

Pak Agus:” Tapi tunggu dulu. Ada teman saya yang kenalan Ibu ini. Namanya Pak Asep. Dia direktur PT. Kertas-Kertas”

Chika:” Dimana itu, pak?”

Pak Agus:” PT. Kertas-Kertas ada di ujung jalan ini, tepatnya ruko no. 196”

Chika:” Kalau begitu terima kasih, pak”

Pak Agus:” Iya sama-sama”

Narator: Chika pun semakin senang karena sebentar lagi dia akan bertemu dengan Ibunya, dengan segera dia pergi ke PT. Kertas-Kertas.

Resepsionis:” Ada yang bisa dibantu, nak?”

Chika:” Ini, bu. Bolehkah saya bertemu dengan Pak Asep?”

Resepsionis:” Sebentar ya, nak”

Narator: Chika pun duduk sebentar lalu Resepsionisnya pun datang lagi.

Resepsionis:” Silahkan, dik”

Chika:” Terima kasih, mba”

Pak Asep:” Ada apa, nak?”

Chika:” Ini, pak. Saya sedang mencari  Ibu saya. Ini fotonya, apakah bapak mengenalinya?”

Pak Asep:” Ini kan Dewi. Diakan teman kuliah saya yang kehilangan anaknya!”

Chika:” Ya itu saya. Apa bapak tau dimana Ibu saya tingaal? Kalau “ya” bolehkah saya memintanya?”

Pak Asep:” Tentu. Ini alamatnya”

Chika:” Terima kasih, pak”

Pak Asep:” Sama-sama, dik”

Narator: Setelah diberi alamat ibunya, Chika pun langsung pergi ke alamat yang diberi Pak Asep. Tapi saat dijalan, Chika kehabisan bekal dan uangnya. Diapun kelaparan.

Chika:” Aduh. Lapar banget”

….

Chika:” Tunggu dulu kalau tidak salah orang yang disana itu Bunga ya”

Narator: Chika pun mendekati orang yang dia lihat.

Chika:” Bunga!”

Bunga:” Chika!”

Chika:” Hai teman lama tak jumpa”

Bunga:” Ngapain kamu disini?”

Chika:” Ini aku sedang menuju alamat ini”

Bunga:” Oh ini alamat ibumu ya. Ayo kita pergi kesana, tapi muka kamu kelihatan pucat, kenapa?”

Chika:” Ini aku lapar sekali”

Bunga:” Oh kalau begitu ayo kita makan dulu”

Narator: Setelah makan dengan Bunga, Chika pun pergi ke alamat yang diberikan Pak Asep.

“Tok..Tok…Tok”

?: “Ya sebentar”

Bunga:” Assalamualaikum. Apa ini benar rumahnya Ibu Dewi?”

?:” Benar. Ada apa ya?”

Bunga:” Bolehkah saya bertemu dengan Bu Dewi-nya?”

Bu Dewi:” Ya ini saya sendiri”

Chika:” IBUUUUU!!” ( Sambil mau memeluk Bu Dewi )

Bu Dewi:” Nggg.. maaf ya. Ini sebenarnya ada apa?”

Chika:” Ini, bu. Saya Chika anak ibu yang hilang. Ini buktinya. Saya memiliki foto Ibu”

Bu Dewi:” Jangan-jangan kamu anak ibu yang hilang 2 tahun yang lalu ya?”

Chika:” Benar, bu”

Bu Dewi:” ANAAKKKU!!!!”

Narator: Mereka pun berpelukan dan hidup bahagia selamanya.

Sebenarnya ini hanya untuk memenuhi utangku pada Ibu, tapi bermafaat juga buat tugas Bhs. Indonesia materi drama. Jadi Utang beres Drama juga beres hehehehe :P…

Maaf ya kalo ada kata yang bukan-bukan.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on October 6, 2010 in Uncategorized

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: